KEDUDUKAN HUKUM SAHAM SERI A DWI WARNA ANAK PERUSAHAAN ATAS KONSOLIDASI ASET HOLDING BUMN

Authors

  • Chendie Eka Putri

Abstract

Chendie Eka Putri, Budi Santoso, Ranitya Ganindha

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono No. 169, Malang

 

E-mail: chendieep@student.ub.ac.id

 

Abstrak

Holding Company merupakan suatu perusahaan yang mengendalikan atau menentukan organ kepengurusan dan memegang lebih dari setengah dari total jumlah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan lain. Salah satu nilai tambah dari pembentukan holding company adalah adanya penggabungan aset perusahaan induk dan anak perusahaan melalui proses konsolidasi. Pengendalian perusahaan induk terhadap anak perusahaan merupakan syarat konsolidasi. Konsolidasi aset holding company terhalang karena keberadaan saham Seri A dwi warna milik Negara menyebabkan terjadinya dualisme pengendalian terhadap anak perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan hukum Saham Seri A dwi warna anak perusahaan atas konsolidasi aset holding BUMN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, yang mengacu pada norma-norma hukum, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hukum saham Seri A dwi warna merupakan saham yang memiliki hak lebih dibandingkan pemegang saham lain atau disebut sebagai hak istimewa pemegang saham Seri A dwi warna dalam pengambilan keputusan RUPS anak perusahaan. Pengendalian terhadap anak perusahaan tetap dipegang oleh perusahaan induk secara langsung, tetapi intervensi Negara melalui hak istimewa mempengaruhi keputusan perusahaan, dan menciptakan ketidakpastian terkait siapa yang memiliki kekuasaan untuk mengendalikan perusahaan. Sehingga penggunaan hak istimewa perlu dibatasi pada kasus-kasus yang benar-benar membahayakan kepentingan vital negara dan atau mengesampingkan kepentingan publik.

Kata Kunci: Saham Seri A Dwi Warna, Holding BUMN, Konsolidasi Aset

 

Abstract

Holding company is a business company that holds a control or determines the organs of an organisation and holds more than a half of the total shares invested by other companies. One of beneficial point given by the establishment of holding company is the consolidation of asset of parent company and its subsidiary, and control held by the parent company over its subsidiary is required in consolidation. The consolidation of asset of holding company is hampered by A-series Dwi Warna shares owned by the state. This situation has led to dualism of control over the subsidiary. This research is aimed to analyse the legal standing of the shares series A of the subsidiary over the consolidation of asset of the holding state-owned enterprises. This research employed normative-juridical method that referred to norms of law along with statute approach. The research result indicates that the shares hold more rights than other shareholders, or it is called as privilege of the shareholders for A-series in terms of the decision making in General Meeting of Shareholders (RUPS) of the subsidiary. The control over the subsidiary is the direct responsibility of the parent company, and the intervention of the state through the privilege affects the decision made by the company, and it also creates uncertainty regarding which party has the authority to control the company. Therefore, the use of privilege should be restricted especially for cases that could harm the vital interest of the state or those that do not regard public interest.

 

Keywords: A series Dwi Warna shares, Holding BUMN, consolidation of asset

Published

2020-08-10

Issue

Section

Articles