TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENAHANAN KAPAL STENA IMPERO DI SELAT HORMUZ BERDASARKAN KONVENSI HUKUM LAUT 1982

Authors

  • Muhammad Fahriza Aryananta

Abstract

Muhammad Fahriza Aryananta, Dhiana Puspitawati, Nurdin

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang fahriza@windowslive.com

Abstrak

Pada skripsi ini, penulis mengangkat mengenai insiden penangkapan Kapal Stena Impero. Kapal Stena Impero merupakan kapal berbendera Inggris. Kapal Ini dituduh menabrak kapal nelayan berbendera Iran dimana kapal tersebut memberikan notifikasi kepada otoritas Pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Kapal Stena Impero seharusnya menikmati hak lintas damai di selat untuk pelayaran internasional sesuai dengan ketentuan Pasal 45 Konvensi Hukum Laut 1982 dan Pasal 19 (2) Konvensi Hukum Laut 1983 mengenai lintas yang dapat diklasifikasikan sebagai lintas damai, serta diindikasikan adanya pelanggaran kedaulatan yang dilakukan oleh Pemerintah Iran dikarenakan masuk kedalam laut territorial Oman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis.

Dari hasil penelitian, insiden penangkapan Kapal Stena Impero bahwa Iran dan Oman memang mempunyai yurisidiksi atas Selat Hormuz didasarkan Pada hukum nasional kedua negara. Tetapi, belum adanya perjanjian bilateral kedua negara mengenai batas maritim sehingga mengakibatkan kedua negara tidak mempunyai yurisdiksi. Pemerintah Iran tidak melaksanakan ketentuan Pasal 45 Konvensi Hukum Laut 1982 mengenai hak lintas damai di selat untuk pelayaran internasional dikarenakan Kapal Stena Impero telah melaksanakan ketentuan Pasal 19 (2) Konvensi Hukum Laut 1982. Upaya yuridis yang dapat dilakukan adalah dengan adanya tingkatan yaitu dengan kewajiban untuk tukar menukar pendapat sebagai sebuah penyelesaian sengketa dengan hasil yang tidak mengikat ketika metode penyelesaian dengan hasil yang mengikat tidak dapat melahirkan sebuah kesepakatan maka dilanjutkan dengan metode penyelesaian yang mengikat yaitu arbitrasi sesuai dengan ketentuan lampiran ketujuh Konvensi Hukum Laut 1982.

Kata Kunci : Hak Lintas Damai, Konvensi Hukum Laut 1982, Insiden Kapal Stena Impero

 

Abstract

This research looks into Stena Impero seizure under the flag of England. This vessel allegedly hit Iran’s fisherman ship sending notification to the harbour authority in Bandar Abbas in Iran. Stena Impero is supposed to gain the right of innocent passage of international cruise according to the provision of Article 45 of Convention on the Law of the Sea 1982 and Article 19 (2) of Convention on the Law of the Sea 1983 concerning the passage that can be categorised as innocent passage and can indicate the presence of violation of sovereignty committed by Iran government due to the access to territorial sea of Oman. This research employed statute and analytical approach.

The research learns that in the case of Stena Impero seizure, Iran and Oman have their jurisdiction of the Hormuz passage according to national law of the two states. However, there is no bilateral agreement between the two countries regarding maritime borders and this absence means they both do not hold any jurisdiction. Iran government fails to enforce the provision of Article 45 of Convention on the Law of the Sea 1982 concerning the right of innocent passage at the strait passed through for international cruise because Stena Impero vessel complies with the provision of Article 19 (2) Convention on the Law of the Sea 1982. Discussion held to exchange opinion to resolve the dispute is required. When the discussion with the binding result fails to give a solution, the discussion with no binding result can be provided. Moreover, arbitration as governed in annex number seven in the Convention of the Law of the Sea 1982 can also be taken.

Keywords: right of innocent passage, Convention of the Law of the Sea 1982, Stena Impero seizure

Published

2020-08-04

Issue

Section

Articles