KAJIAN DOKTRIN PRE-EMPTIVE MILITARY STRIKE SEBAGAI PERLAWANAN TERHADAP TERORISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL

Authors

  • Dessi Susanti Sidabutar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Abstract

Skripsi ini meneliti mengenai penerapan doktrin pre-emptive military strike sebagai perlawanan terhadap terorisme yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan sekutu terhadap Irak. Dilakukan kajian terhadap dua permasalahan yang timbul yaitu, keselarasan antara penerapan doktrin pre-emptive military strike bila diperbandingkan dengan prinsip-prinsip umum dalam hukum internasional serta menganalisa dampak yang ditimbulkan dengan adanya penerapan doktrin pre-emptive military strike sebagai perlawanan terhadap terorisme.Jenis penelitian adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan penelitian case approach dimana dilakukan kajian terhadap kasus penerapan doktrin ketika Amerika Serikat melakukan invasi pada tahun 2003 terhadap Irak.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, penerapan doktrin pre-emptive military strike tidak selaras dengan prinsip-prinsip umum yang diakui dalam hukum internasional, dan penerapan doktrin tersebut tidak sah. Dampak yang ada setelah penerapan doktrin juga lebih bersifat negatif dimana penerapan doktrin berdampak pada perkembangan hukum internasional juga penegakan HAM. Namun, doktrin pre-emptive military strike dapat berdampak positif bila dalam penerapannya ada ketentuan kewajiban memenuhi syarat-syarat yang bersifat mengikat ketika muncul kondisi dimana penerapan doktrin sangat diperlukan. Syarat-syarat tersebut berkaitan, mengatur dan mempengaruhi use of force dalam penerapan doktrin sebagai perlawanan terhadap terorisme.

 

Kata Kunci: Doktrin Pre-emptive Military Strike, Doktrin Bush, Perlawanan terhadap Terorisme.

Downloads

Published

2013-11-14

Issue

Section

Articles