KAJIAN YURIDIS TERHADAP KARYA SENI MUSIK YANG DINYANYIKAN ULANG (COVER LAGU) DI JEJARING MEDIA SOSIAL TERKAIT DENGAN PRINSIP FAIR USE

Al Araf Assadallah Marzuki

Abstract


Undang-Undang Hak Cipta No.19 Tahun 2002 tidak mengatur mengenai penggunaan yangwajar atas karya cipta musik/lagu milik orang lain, sehingga terjadinya kekosongan hukummengenai fair use atas karya cipta tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah untukmengetahui, mendeskripsikan dan menganalisa Aturan-aturan hukum yang berkaitan denganfair use dalam TRIP’s, US Copyright Act 1976 dan Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan aturan-aturan hukum dalam hal menyanyikanulang lagu milik orang lain di jejaring media sosial yang dapat dikatagorikan sebagai fair useatau termasuk kedalam pelanggaran hak cipta. Metode penelitian ini adalah yuridis normatifdengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) , pendekatan perbandingan(comparatif approach) dan pendekatan konsep (conseptual approach). Berdasarkan hasilpenelitian diperoleh kesimpulan bahwa bentuk pengaturan prinsip fair use di dalam TRIP’sberlaku dengan sepanjang tidak bertentangan dengan tata cara eksploitasi yang normal, tidakmerugikan kepentingan sah pemegang hak cipta, dan mengacu kepada prinsip fair use yangterdapat dalam Konvensi Berne dan Konvensi Rome. Fair use dalam UUHC Amerikamengacu kepada 4 faktor yang terdapat dalam section 107 UUHC Amerika. Sedangkanbentuk fair use di Indonesia terdapat dalam pasal 14 dan 15 UUHC Indonesia. Dalam halmenyanyikan ulang lagu (cover lagu) orang lain di jejaring media sosial menurut UUHCIndonesia merupakan pelanggaran hak cipta hal ini disebabkan karena tidak diaturnya fair useterhadap karya musik yang diumumkan di media digital. Sedangkan menurut UUHCAmerika tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai penggunaan yang wajar apabila mengacukepada 4 faktor tersebut yakni, tujuan penggunaan, sifat kenaturalan, jumlah sifat dari karyacipta yang dilindungi, jumlah dan bagian penting yang digunakan dari keseluruhan ciptaan,serta efek dari penggunaan yang dapat merugikan pencipta atau pemegang hak cipta.Berdasarkan Konvensi Berne dapat dikatakan sebagai fair use selama tidak mencideraikepentingan yang sah dari pencipta dan tidak merugikan hak moral pencipta.

Kata kunci: fair use, penggunaan yang wajar, hak cipta, lagu, musik, internet


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.