ANALISIS HUKUM HAK PATEN ATAS INVENSI YANG DIPAKAI DI RUANG ANGKASA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN

Authors

  • Fairuz Adrina Putri

Abstract

Fairuz Adrina Putri, Afifah Kusumadara, Moch. Zairul Alam

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono No. 169 Malang

e-mail: fairuzdrn@student.ub.ac.id

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang perlu adanya peraturan tentang hak paten atas invensi yang dipakai di ruang angkasa. Prinsip dasar dari hukum paten adalah hak yang diberikan terbatas dalam lingkup, waktu, dan ruang. Dengan demikian, penemuan tersebut hanya dilindungi di wilayah negara di mana paten didaftarkan. Perjanjian hukum ruang angkasa, menekankan ruang angkasa dan sumber dayanya sebagai bagian dari kegiatan seluruh umat manusia, prinsip-prinsip hukum paten menggambarkan kepentingan kepemilikan dalam penemuan inventor. Terdapat perbedaan mendasar antara prinsip hukum paten dan hukum ruang angkasa. Perbedaan prinsip ini menimbulkan suatu problematika hukum berupa ketidakpastian hukum. Adapun jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan metode penafsiran gramatikal, penafsiran komparatif, dan penafsiran sistematis. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat diketahui bahwa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten tidak dapat diterapkan pada objek ruang angkasa yang didaftarkan dan belum ada pasal yang mengatur pihak yang dapat menjadi pemegang paten atas invensi yang dipakai di ruang angkasa.

Kata Kunci: Invensi, Ruang Angkasa, Paten

 

ABSTRACT

This research aims to investigate the necessity of the regulation concerning patents over the invention used in the space. The basic principle of patent law implies that the right given is restricted to a certain scope, time, and space. Thus, an invention can only be used within the area where the patent is registered. Space legal agreement implies that space and its resources are part of all mankind and patent principles indicate that there are interests of ownership in the invention concerned. There is a fundamental difference between the principle of patent law and space law, and this difference has sparked legal uncertainty. This research employed normative juridical methods and statutory and comparative approaches. Primary, secondary, and tertiary data were analysed based on grammatical, comparative, and systematic interpretations. The research results reveal that the Law of the Republic of Indonesia Number 13 of 2016 concerning Patents can be implemented for a space object registered and there has not been any regulation governing the party that is responsible for the patent regarding the invention used in the space.

Keywords: Invention, space, patent

Published

2022-11-01