MAKNA SERIOUS BREACH DALAM PASAL 20 AYAT 4 DALAM PIAGAM ASEAN

Authors

  • Aryudha Hermawan Sarwono

Abstract

Aryudha Hermawan Sarwono, Hikmatul Ula, Anak Agung Ayu Nanda Saraswati

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono No. 169 Malang

e-mail: aryudhahrmwn@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari pelanggaran serius atau serious breach hingga dapat menentukan apakah suatu konflik atau pelanggaran serius dapat dikategorikan ke dalamnya dan untuk memahami implikasi makna serious breach dalam Piagam ASEAN. Pengaturan mengenai serious breach terdapat pada Pasal 20 ayat (4) Piagam ASEAN dimana pengaturan yang ada saat ini tidak mendefinisikan secara jelas dan mengkualifikasi konflik atau jenis pelanggaran berat yang masuk ke dalam kategori serious breach sehingga sangat sulit bagi ASEAN untuk dapat menentukan langkah penyelesaian yang dapat diberikan  sebagai organisasi. Pada praktiknya, Penulis menemukan bahwa selain tidak terdefinisikannya serious breach yang ada pada piagam ASEAN, terdapat juga prinsip non-intervensi dan kewajiban tercapainya konsensus yang merupakan jiwa dari ASEAN. Hal ini membatasi ASEAN dalam upaya ikut serta menyelesaikan kasus-kasus serious breach yang ada pada negara anggota ASEAN, sehingga terdapat beberapa implikasi yang terjadi dalam usaha penyelesaian konflik, sengketa, ketidakpatuhan yang dilakukan suatu negara anggota. Hal ini dapat dilihat dari tidak ada satupun konflik atau pelanggaran serius yang dapat dibawa ke tingkat KTT ASEAN sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 ayat (4) Piagam ASEAN. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana piagam ASEAN harus dapat lebih fleksibel dan dinamis hingga dapat mengikuti tuntutan perkembangan zaman dengan tujuan melindungi seluruh warga negara anggota ASEAN serta mendapat penghargaan yang lebih baik pada masyarakat Internasional, oleh karenanya diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif untuk dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembaharuan piagam ASEAN.

Kata Kunci: Hambatan, Penerapan Pasal, Syarat Karakterisitk Serious Breach, Piagam ASEAN

 

ABSTRACT

This research aims to study the meaning of serious breach to determine if a serious conflict or serious violation can be categorized as a serious breach as in ASEAN Charter and to understand the implication of the meaning of serious breach as in the ASEAN Charter. A serious breach is outlined in Article 20 Paragraph 4 of the ASEAN Charter but it does not clearly define and qualify the conflict or the type of serious violation that is included in a serious breach, which presents difficulties for ASEAN to determine the resolution given. In addition to the absence of the identification of serious breach as in the ASEAN Charter, there are also non-intervention principle and the responsibility to achieve the consensus as the spirit of ASEAN. This has given limitations to ASEAN in settling serious breach cases happening in member states of ASEAN, so there are implications in the conflict resolution and disobedience of member states. This is apparent in the absence of conflicts or serious violations that can be brought further to the ASEAN summit as outlined in Article 20 Paragraph (4) of the ASEAN Charter. This research is mainly intended to understand how ASEAN Charter can be made more flexible and dynamic for current development and to protect all the members of ASEAN and for better international recognition. As a consequence, more profound and comprehensive studies to gain references to revise ASEAN Charter are needed.

Keywords: hindrances, article implementation, serious breach characteristic requirements, ASEAN Charter

Published

2022-11-01