PERLINDUNGAN HUKUM ATAS ADANYA APLIKASI PENINGKAT PESANAN BAGI PEMEGANG HAK CIPTA APLIKASI GOJEK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

Authors

  • Nabila Sofia Nanda

Abstract

Nabila Sofia Nanda, Afifah Kusumadara, Moch. Zairul Alam
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono No. 169 Malang
e-mail: nabsofnanda@student.ub.ac.id

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum serta bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan Pemegang Hak Cipta Aplikasi Gojek atas adanya aplikasi peningkat pesanan berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan oleh penulis dianalisis secara deskriptif, dimana penulis mengacu pada UU No. 28 Tahun 2014 untuk menjabarkan mengenai bagaimana Pemegang Hak Cipta Aplikasi Gojek mendapat perlindungan hukum serta upaya yang dapat dilakukan atas adanya aplikasi peningkat pesanan. Dari hasil penelitian, Aplikasi Gojek termasuk ke dalam jenis ciptaan yang dilindungi hak cipta sesuai dengan Pasal 40 angka 1 huruf (s) UUHC dan mendapatkan hak eksklusif berupa hak moral dan juga hak ekonomi sesuai dengan yang tertera pada Pasal 4-9 UUHC. Keberadaan aplikasi peningkat pesanan jelas telah melanggar hak eksklusif pencipta dan terhadap pelanggarnya dapat dikenakan sanksi perdata maupun sanksi pidana.  Sedangkan pada Pasal 52 UUHC yang mengatur mengenai sarana kontrol teknologi, dimana dalam pasal ini melarang tindakan “merusak, memusnahkan, menghilangkan, atau membuat tidak berfungsi” sarana kontrol teknologi yang berfungsi untuk melindungi ciptaan. Secara umum, modifikasi pada aplikasi Gojek pada implementasinya akan mengakibatkan perubahan dan atau penambahan yang tidak ditujukan untuk “merusak, memusnahkan, menghilangkan, ataupun membuat tidak berfungsi” jalannya aplikasi, sehingga pengaturan pada Pasal 52 UUHC atas adanya modifikasi dirasa kurang tegas dan dapat menimbulkan multi tafsir. Atas adanya tindakan modifikasi tersebut pihak yang melakukan modifikasi dapat dikenakan sanksi perdata maupun pidana, sedangkan untuk pihak Gojek dapat melakukan upaya hukum melalui jalur litigasi maupun non litigasi.

Kata Kunci: Perlindungan hukum, hak cipta, modifikasi, aplikasi

 

ABSTRACT

This research aims to study the legal protection and legal measures for the copyright holder of the Gojek application following the increasing number of uses of service according to Law Number 28 of 2014. This research employed normative-juridical methods and a statutory approach. The legal data were analyzed descriptively, referring to Law Number 28 of 2014 to elaborate on how the copyright holder of the Gojek app is protected and what measures are taken regarding the application that is intended to grow the use of service. The research results report that the Gojek application is categorized as a creation whose copyright is protected according to Article 40 point 1 letter (s) of Copyright Law and it has the exclusive rights including moral and economic rights according to what is stipulated in Article 4-9 of Copyright Law. The application aiming to grow the request numbers violates the exclusive rights of the creator and there are sanctions imposed in the purview of civil and criminal law. On the other hand, Article 52 of Copyright Law highlights the infrastructure to control technology, banning damaging, eliminating, and destroying acts and an act that ceases the function of the technology control infrastructure that functions to protect creation. Generally, the modification on the Gojek application in its implementation will cause changes or addition that are not intended to do the negative act mentioned. This is parallel to the case of Article 52 of Copyright Law which is deemed lenient and m

Published

2022-06-10

Issue

Section

Articles