PERLINDUNGAN ATAS HAK CIPTA KARYA SINEMATOGRAFI DALAM APLIKASI MOVIE STREAMING YANG MENYEDIAKAN FITUR DOWNLOAD GRATIS

Authors

  • Rafi Faisal

Abstract

Rafi Faisal, Afifah Kusumadara, Ranitya Ganindha

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

e-mail: ferafi18@gmail.com

 

ABSTRAK

Era globalisasi memudahkan masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi, termasuk dalam informasi tentang film. Dahulu, masyarakat harus mendatangi bioskop untuk menonton film terbaru. Namun, kini banyak masyarakat yang memilih untuk praktis dengan download dan streaming illegal yang sebenarnya merupakan perbuatan yang melanggar hak cipta. Keberadaan pelanggaran Hak Cipta ini telah membawa dampak kerugian yang cukup besar bagi pihak-pihak yang bersangkutan. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Berdasarkan riset yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), pembajakan film di Indonesia mengakibatkan hilangnya pendapatan pada usaha perfilman sekitar Rp 31.000.000.000 (tiga puluh satu milyar rupiah) hingga Rp 636.000.000.000 (enam ratus tiga puluh enam milyar rupiah) per tahun.  Jenis penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu penelitian yang dilakukan atau ditujukan pada peraturan-peraturan tertulis dan bentuk-bentuk dokumen resmi atau disebut juga dengan bahan hukum (data sekunder), yaitu mengumpulkan bahan-bahan dari buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas. Penelitian ini digunakan untuk menelurusuri permasalahan yang terdapat dalam perlindungan atas hak cipta karya sinematografi dalam aplikasi movie streaming yang menyediakan fitur download gratis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum atas Hak Cipta Karya Sinematografi dalam Aplikasi Movie Streaming yang menyediakan fitur download gratis dalam kerangka peraturan perundang-undangan di Indonesia belum optimal. Kondisi demikian dikarenakan penindakan atas situs dan aplikasi dilakukan berdasarkan pada Permenkominfo dan Peraturan Bersama,Menkominfo dan Menkuman yang mana keduanya tidak dapat menjadi landasan dalam melakukan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan dalam sebuah aplikasi yang dapat dioperasikan melalui smartphone melainkan hanya sebatas pada situs, sehingga dalam pemenuhan perlindungan hukum atas karya cipta sinematografi, diperlukan perubahan dalam regulasi terkait.

Kata Kunci: Hak Cipta, Film, Sinematografi

 

ABSTRACT

Globalization has opened access for people to get countless information, including through films. Back in the past, people had to go to the cinema to enjoy new movies, contrary to what these days can offer where the audience could practically download movies for free and illegally watch movies online, all of which are considered violations of copyrights. This tendency has caused a significant loss for the parties concerned, reaching trillions of rupiah. Research conducted by Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) and Economy Investigation Agency (LPEM) regarding film industries reveals that the loss could reach up to 31,000,000,000 to 636,000,000,000 annually. This research employed normative-juridical approaches, referring to written rules and official documents (secondary data) sourced from related books. This research aims to delve into issues regarding copyrights of cinematography on movie streaming apps providing free downloading features.

The research results indicate that the legal protection for cinematography as copyright regarding movie streaming apps with free downloading features in the legislative framework in Indonesia is not optimally provided because the regulation concerning websites and applications is based on the minister’s regulation, joint regulations, the Ministry of Communication and Informatics, and the Ministry of Law and Human Rights, in which they should not serve as the bases to deal with the violations of smartphone applications but only the applications on websites. This situation indicates that the legal protection for cinematography requires an amendment in the related regulation.

Keywords: copyright, film, cinematography

Published

2022-05-21

Issue

Section

Articles