PENYELESAIAN KASUS PENEMBAKAN TERHADAP PESAWAT UKRAINE INTERNATIONAL AIRLINES DI IRAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL

Authors

  • Muhammad Ammar Ramadhani

Abstract

Muhammad Ammar Ramadhani, Ikaningtyas, Adi Kusumaningrum

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono No. 169 Malang

e-mail: ammar.ramadhani@gmail.com

 

ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif dari hukum internasional atas kasus penembakan pesawat terbang sipil milik Ukraine International Airlines di wilayah udara Iran. Pengaturan mengenai penyelenggaran penerbangan sipil internasional telah diatur dalam berbagai Konvensi-Konvensi Internasional. Pada dasarnya menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan sipil internasional adalah kewajiban bagi semua negara. Adapun metode penelitian yang digunakan oleh penulis untuk menganalisis permasalahan tersebut yakni metode penelitian yuridis normatif (normative legal research), dengan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), serta pendekatan kasus (Case Approach). Teknik analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis sistematis, teleologis dan gramatikal. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa Iran menandatangani Konvensi Chicago 1944 beserta Pasal 3 Bis Protokol Amandemen Konvensi tersebut. Iran berkewajiban menghormati keselamatan penerbangan sipil dan menahan diri untuk tidak menggunakan senjata terhadap pesawat udara sipil. Perbuatan Iran sudah memenuhi indikator yang ada di dalam Pasal 17 Konvensi Montreal 1999 maka ketentuan ganti rugi di Pasal tersebut harus dikenakan pada Iran. Apabila kemudian ketentuan di atas tidak dapat diimplementasikan karena alasan yang dibuat oleh Iran dapat dipilih alternatif penyelesaian sengketa lainnya.

Kata Kunci: Keselamatan Penerbangan Sipil, Tanggung Jawab, Ukraine International Airlines, Iran

 

ABSTRACT 

This research aims to study the shot down of Ukraine International Airlines’ aircraft within Iran’s airspace. International civil aviation is regulated in international conventions asserting that ensuring the security and safety of international civil aviation is the responsibility of every state. This research employed normative legal research, statutory, and case approaches. The research data were analyzed based on systematic, teleological, and grammatical methods. Iran signed the Chicago Convention 1944 and Article 3 of the BIS Protocol of the amendment to the convention. Iran is required to respect the safety of civil aviation and hold fire against civil aircraft. What Iran has done has met the indicators set forth in Article 17 of the Montreal Convention 1999, resulting in the imposition of compensation that Iran has to pay. If Iran does not fit this provision, an alternative of settlement can be taken.

Keywords: safety of civil aviation, responsibility, Ukraine International Airlines, Iran

Published

2022-04-04