IMPLIKASI HUKUM PEMERIKSAAN PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS PASCA PENERAPAN ETLE (ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT) Studi Kasus Polres Kota Batu

Authors

  • Angga Alim Prasetya

Abstract

Angga Alim Prasetya, Prija Djatmika, Fachrizal Afandi

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT Haryono No. 169 Malang

e-mail: anggaalim@student.ub.ac.id

 

ABSTRACT

This research studies measures taken by the government and police to tackle issues in traffic violations through the implementation of Electronic Traffic Law Enforcement (henceforth referred to as ETLE) in Batu city. ETLE is a breakthrough initiated by police to tackle traffic violation-related issues. ETLE is deemed to be effective and efficient in sanctioning drivers failing to comply with traffic regulations. This research is categorized as socio-legal research or field study, aiming to study current laws and to find out what takes place in society. empirical-juridical methods-based research investigates the implementation of in-action normative law in each occurrence in society. Maximum fines could be imposed to be in line with fast, practical, and affordable judicial principles which serve as the fundamental in investigating traffic violations following the implementation of ETLE. The results given by ETLE could also serve as evidence in compliance with Article 184 paragraph (1) of Criminal Code Procedure. This allows police to efficiently and effectively enforce ETLE that applies to current development. The evidence resulting from the implementation of ETLE could also serve as electronic evidence as in Article 272 of Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transport

  ABSTRAK

Upaya pemerintah dan aparat kepolisian dalam menanggulangi permasalahan tentang pelanggaran lalu lintas dengn cara menerapkan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) khususnya di Kota Batu. ETLE sebagai salah satu terobosan dari apparat kepolisian dalam menyikapi masalah yang timbul akibat pelanggaran lalu lintas, dimana cara kerja ETLE mengangap sangat efekti dan efisien dalam menindak para pengemudi yang tidak mematuhi peratura lalu lintas. Yuridis empiris adalah jenis penelitian hukum sosiologis dan dapat disebut pula dengan penelitian lapangan, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataan masyarakat. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian hukum mengenai permberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu. implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakatMelalui pemeriksaan perkara lalu lintas dengan memberikan denda maksimal terhadap para pelanggar lalu lintas sesuia dengan azas peradilan cepat, mudah, dan biaya ringan. Azas peradilan cepat, mudah dan biaya ringan sebagai dasar dalam pemeriksaan perkara pelanggaran lalu lintas pasca penerapan ETLE dengan sistem pemeriksaan secara efektif dan efisien. Hasil dari ETLE bisa dijadikan sebagai alat bukti sesuai dengan pasal 184 ayat (1) Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP).Sehingga kepolisian dalam penindakan ETLE ini implikasi hukumnya menjadi mudah, efektif, dan efisien karena hukum selalu bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Alat bukti ETLE bisa dijadikan alat bukti dalam persidangan sesuai dengan pasal 184 ayat (1) KUHAP. Alat bukti tersebut mengalami perluasan bahwa alat bukti ELE bisa dijadikan alat bukti elektronik pasal 272 UU No. 22 tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Published

2022-03-22