HAMBATAN HAKIM MEDIATOR DALAM MENYELESAIKAN PERKARA PERCERAIAN MELALUI MEDIASI (Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri)

Authors

  • Andri Setyawan

Abstract

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan (1) 1. menemukan dan menganalisis hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi oleh hakim mediator saat menyelesaikan perkara perceraian melalui mediasi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, (2) menganalisis upaya-upaya yang dilakukan oleh hakim mediator untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menyelesaikan  suatu perkara perceraian melalui mediasi  di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan jenis studi yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kediri dengan objek penelitian adalah Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Informan penelitian ialah unsur pimpinan Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, mediator (profesi) pada pelaksanaan  mediasi sengketa perceraian, dan hakim pada kantor di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri yang berjumlah 10 orang hakim. Data penelitian dikummpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model alir (flow model). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyelesaian sengketa dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dlakukan dengan mengikuti kaidah hukum yang tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan Agama dengan tahapan pramediasi, mediasi, dan pascamediasi, (2) model penyelesaian sengketa dalam perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri didasarkan pada consensus oleh para pihak dengan dimediasi oleh oleh mediator hakim, sedagkan mediator non hakim masih belum dipraktekkan, dan (3) hambatan-hambatan gagalnya penyelesaian sengketa perceraian melalui mediasi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri terbagi dalam dua faktor kendala utama yaitu : a) Hambatan dari aspek hukum yang dialami di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri adalah Ketidakhadiran salah satu pihak atau kedua belahpihak pada proses mediasi. b) Hambatan dari aspek nonhukum diantaranya kurangya keterbukaan para pihak dalam mediasi, sikap para pihak yang tidak mau saling mengalah, kurangnya I’tikad baik para pihak, peran kuasa hukum, kurangnya kemampuan hakim dalam memimpin jalannya mediasi, dan sebagainya. Dari sekian banyak kendala yang ada Berikut ini adalah kendala yang ditemui dalam proses mediasi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, yaitu : 1) Kurangnya pemahaman para pihak tentang mediasi itu sendiri, Hakim Mediator Pengadilan Agama Kabupaten Kediri mengatakan bahwa kurangnya pemahaman para pihak tentang mediasi itu sendiri. 2) Tidak adanya niat dari para pihak untuk rujuk kembali.

 

ABSTRACT

This study aims (1) 1. to find and analyze the obstacles faced by the mediating judge when resolving divorce cases through mediation at the Kediri District Religious Court, (2) to analyze the efforts made by the mediating judge to resolve the obstacles. faced in resolving a divorce case through mediation at the Kediri District Religious Court. This research is a qualitative descriptive study. This research was conducted in Kediri Regency with the object of research being the Religious Court Office of Kediri Regency. The research informants were elements of the leadership of the Chairperson and Deputy Chairperson of the Kediri Regency Religious Court, the mediator (profession) in the mediation of divorce disputes, and 10 judges at the office of the Religious Court in Kediri Regency. The research data was collected using observation, interview, and documentation techniques. The collected data were analyzed using a flow model. The research findings show that the implementation of dispute resolution in divorce cases at the Kediri District Religious Court is carried out by following the legal principles set out in the Supreme Court Regulation concerning Mediation Procedures in Religious Courts with the stages of pre-mediation, mediation and post-mediation, (2) model of dispute resolution in divorce in The Kediri District Religious Court is based on consensus by the parties mediated by the judge mediator, while non-judge mediators are still not practiced, and (3) the obstacles to the failure of resolving divorce disputes through mediation at the Kediri District Religious Court are divided into two main obstacle factors, namely : a) Obstacles from the legal aspect experienced at the Kediri District Religious Court is the absence of one or both parties in the mediation process. b) Barriers from the non-legal aspect include the lack of transparency of the parties in mediation, the attitude of the parties who do not want to give in to each other, the lack of goodwill of the parties, the role of legal counsel, the lack of the ability of judges to lead the course of mediation, and so on. Of the many obstacles that exist, the following are the obstacles encountered in the mediation process at the Kediri District Religious Court, namely: 1) The parties 'lack of understanding of the mediation itself, the Mediator Judge of the Kediri Regency Religious Court said that the parties' lack of understanding of the mediation itself . 2) There is no intention of the parties to reconcile.

Published

2021-05-11

Issue

Section

Articles