REKAMAN GAMBAR ATAU SUARA YANG DIAMBIL SECARA DIAM-DIAM SEBAGAI ALAT BUKTI PETUNJUK

Authors

  • Adhiyaksa Panji Alfalah

Abstract

Adhiyaksa Panji Alfalah, Dr. Prija Djatmika S.H., M.S, Alfons Zakaria S.H., LL.M

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono 169 Malang

Email: panji.alfalah21@yahoo.com

Abstrak

Dengan berkembangnya teknologi alat bukti telah berkembang pula dalam bentuk digital seprti rekaman gambar atau suara. Tetapi rekaman gambar atau suara yang diambil diam-diam oleh pihak ketiga termasuk intersepsi yang merupakan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang. Tetapi masih ada kekosongan hukum jika rekaman suara tersebut diambil oleh pihak yang terlibat langsung. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) apakah alat bukti dalam bentuk rekaman gambar atau suara yang diambil secara diam–diam dapat dijadikan sebagai alat bukti petunjuk? (2) apa kriteria agar alat bukti dalam bentuk rekaman gambar atau suara yang diambil secara dapat dijadikan sebagai alat bukti petunjuk?.

Rekaman gambar atau suara yang diambil secara diam–diam dapat dijadikan sebagai alat bukti petunjuk Rekaman gambar atau suara yang diambil secara diam–diam termasuk alat bukti elektronik, digunakan sebagai alat bukti petunjuk direkam pihak yang terlibat langsung dan didukung dengan alat bukti lain serta memenuhi kriteria yang ada unsur- unsur dalam pasal 188 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP dihadirkan dalam persidangan dalam keadaan otentik dan hanya digunakan jika batas minimum pembuktian belum terpenuhi atau hakim belum yakin

Kata kunci: alat bukti Elektronik, alat bukti petunjuk, rekaman diam-diam

Abstract

Evidence develops along with the development of technology. Digital recording of both image and voice is an example representing this development. Image or voice recording taken secretly by the third party, including interception, is deemed to be an unlawful conduct, and there seems to be a legal loophole when this recording is taken by the party directly involved in the case. This research is mainly focused on analysing the legal loophole based on the following research problems: (1) can image or voice recording taken secretly be presented as the proof for clue? What criteria are involved to validate image or voice recording taken secretly as proof for clue?

The results of analysis indicate that image and voice recording taken secretly can be presented as proof since it is categorised as electronic evidence and meets the requirement of proof for clue. The recording, however, must be taken by the party who is directly involved, and it must come with other pieces of evidence.

Keyword: electronic evidence, indication evidence, secretly taken recording

Published

2021-02-16

Issue

Section

Articles