PENYELENGGARAAN WARALABA MENGENAI PENGGUNAAN PRODUK YANG MEMENUHI STANDART MUTU OLEH PENYELENGGARA WARALABA

Authors

  • Nindy Prastuti

Abstract

Abstract

The Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia regulates various matters concerning franchising, especially in relation to the mandatory use of domestic products circulating in Indonesia. The number of franchises in Indonesia has made people compete to open businesses. In addition to providing profitable financial guarantees, franchising can be said to be one type of business that is not too complicated. But not infrequently because the process is easy, there must be a problem that occurs or there is friction between consumers and producers. This researched the author's curiosity to find out by examining the phenomena that occurred. Focusing on Malang City, the writer chose Pia Cap Mangkok as the research material. In its implementation, the research method used is a type of empirical research and approaches sociological juridical methods that prioritize phenomena that occur in society. Based on this research, the authors found a hot spot related to the implementation of the Regulation of the Minister of Trade regarding the mandatory use of domestic products at Pia Cap Mangkok Malang. There are obstacles that occur both in terms of juridical and non-juridical. However, the handling done by Pia Cap Mangkok on the existing problem can be said to not cause serious legal problems.

Keywords: Consumer Protection, Franchising, Laws and Regulations

Abstrak

Peraturan Menteri perdagangan Republik Indonesia mengatur berbagai hal tentang  usaha waralaba, terutama terkait dengan kewajiban penggunaan produk dalam negeri yang beredar di Indonesia. Banyaknya usaha waralaba yang ada di Indonesia, membuat orang berlomba-lomba membuka usaha. Selain memberikan jaminan keuangan yang menguntungkan, usaha waralaba dapat dikatakan sebagai salah satu jenis usaha yang tidak terlalu rumit. Tetapi tidak jarang karena prosesnya yang mudah, pasti ada masalah yang terjadi atau adanya gesekan antara konsumen dengan produsen. Hal tersebut mengulik keingintahuan penulis untuk mencari tahu dengan meneliti fenomena yang terjadi. Berfokus pada Kota Malang, penulis memilih Pia Cap Mangkok sebagai bahan penelitian. Dalam pelaksanaannya metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian empiris serta melakukan pendekatan dengan cara yuridis sosiologis yang mengutamakan fenomena yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan penelitian tersebut penulis menemukan titik teran terkait penerapan Peraturan Menteri Perdagangan tentang kewajiban penggunaan produk dalam negeri di Pia Cap Mangkok Malang. Adanya kendalan yang terjadi baik dalam hal yuridis ataupun non yuridis. Akan tetapi penanganan yang dilakukan pihak Pia Cap Mangkok terhadap masalah yang ada dapat dikatakan tidak menimbulkan masalah hukum yang serius.

Keywords: Perlindungan Konsumen, Waralaba, Peraturan Perundang-Undangan

Published

2021-02-04

Issue

Section

Articles