PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT TERHADAP TERJADINYA GUERRA SUCIA (PERANG KOTOR) DI ARGENTINA DITINJAU DARI HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

Authors

  • Daryl Putra

Abstract

Daryl Putra Rudra Wardhana, Dr. Setyo Widagdo, SH.M.Hum.,

Agis Ardiansyah, SH.LLM.

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Email: darylputra33@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

 

Penelitian ini membahas mengenai pertanggungjawaban Amerika Serikat atas keterlibatannya terhadap Perang Kotor atau Guerra Sucia yang terjadi di Negara Argentina di Tinjau dari Hukum Humaniter Internasional. Amerika sebagai pendukung terhadap perang kotor di Argentina memiliki tanggung jawab secara Liability dan Responsibility. maka permasalahan hukum yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah apakah guerra sucia (perang kotor) termasuk  kejahatan perang dan apa pertanggungjawaban Amerika Serikat atas keterlibatan terhadap terjadinya guerra sucia (perang kotor) yang terjadi di Argentina. Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan Perundang-undangan. Teknik analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan data, membaca, dan menelaah beberapa literatur, buku, koran, serta peraturan perundang-undangan. Berdasarkan pembahasan, Perang Kotor (Guerra Sucia) yang terjadi di Argentina terkait Konflik Non Internasional ini membutuhkan sumber hukum yang pasti untuk menjunjung hukum humaniter internasional. Konvensi Jenewa 1949 seringkali menjadi satu-satunya perjanjian internasional yang dapat berlaku. Karena itu, dalam menentukan aturan-aturan HHI yang merupakan bagian dari Kebiasaan Hukum Internasional baik pihak yang sudah meratifikasi perjanjian internasional yang berisi aturan-aturan ini atau aturan-aturan serupa maupun pihak yang belum meratifikasinya. Sehingga banyak dari konflik-konflik bersenjata yang dewasa ini berlangsung adalah konflik bersenjata non-internasional, dan konflik bersenjata jenis ini belum diatur secara cukup rinci oleh HHI Perjanjian. Terhadap Organisasi Internasional seperti halnya Perserikatan Bangsa-Bangsa serta peradilan Intenasional lainnya untuk turut Aktif dan menjunjung tinggi Hukum Humaniter Internasional, sehingga dapat menekan kasus kasus pelanggaran terhadap Hukum Humaniter serta dalam menguak kasus terkait Kejahatan Perang Di dunia.

Kata kunci : Perang kotor, Guerra Sucia.

 

Abstract

This research discusses the liability of United States over its involvement in dirty war (Guerra Sucia) taking place in Argentina seen from the perspective of International Humanitarian law. The US as the party supporting the dirty war in Argentina holds both liability and responsibility. The legal issue studied in this research is whether the dirty war is categorised as war crime and what is the responsibility of the US over its involvement in guerra sucia taking place in Argentina. This normative-legal research employed statute approach. All the data was analysed based on documentation technique requiring data collection, reading, and reviewing some literature, books, newspapers, and legislation. From the research discussion, the dirty war happening in Argentina over non-international conflict requires the certain source of law to raise high the international humanitarian law. Geneva Convention 1949 often serves as a valid reference. Therefore, setting the rules of International Humanitarian Law becomes a part of the custom of the International Law for either the party that ratifies the international agreement bearing these rules or related rules or the party that has not ratified the agreement. Most armed conflict is categorised as non-international armed conflict, and this type of conflict has not been elaborately governed in International Humanitarian Law. It is essential that United Nations and other international courts of justice actively take part in appreciating International Humanitarian Law to help supress the violence of International Humanitarian Law and to investigate the case regarding war crime in the world.

Keywords: dirty war, Guerra Sucia

Published

2020-09-16

Issue

Section

Articles