PENGATURAN VICTIM IMPACT STATEMENT YANG BERKEADILAN BAGI KORBAN

Authors

  • Mohammad Abduh Jerusalem

Abstract

Mohammad Abduh Jerusalem, Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.S.,
Dr. Nurini Aprilianda, S.H., M.H.
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono No. 169. Malang
email: mohabduhjerusalem@gmail.com

Abstrak

Keadilan merupakan suatu hal yang didambakan oleh setiap insan, termasuk korban tindak pidana. Berkaitan dengan keadilan bagi korban, maka berkaitan pula dengan aturan yang saat ini sedang berlaku. Aturan-aturan tersebut diantaranya UU No. 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana dan UU No. 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Namun aturan tersebut dinilai menyebabkan peran korban menjadi pasif dalam hukum acara pidana. Di lain sisi, sifat keadilan yang sangat subjektif bagi tiap orang, menyebabkan keadilan sulit diraih baik oleh korban ataupun pelaku. Apabila dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat, terdapat solusi terkait hal tersebut yang dinamakan Victim Impact Statement. Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini adalah apakah makna dari Victim Impact Statement; apakah Victim Impact Statement dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan hakim dalam mengambil putusan di Indonesia; dan bagaimana pengaturan Victim Impact Statement yang berkeadilan bagi korban di Indonesia. Berdasarkan metode penelitian hukum normatif yang digunakan dalam skripsi ini, menghasilkan analisis bahwa makna Victim Impact Statement adalah suatu mekanisme berupa pernyataan yang berisi tentang kerugian atau dampak tindak pidana yang berupa finansial, emosional, fisik, sosial, dan psikologis yang dapat berupa lisan ataupun tulisan dengan maksud membawa kepentingan dan rasa keadilan korban untuk dipertimbangkan dalam putusan pidana; Victim Impact Statement dapat dijadikan dasar pertimbangan hakim dikarenakan mempertimbangkan keadilan bagi korban; serta dapat diatur di dalam KUHAP dan UU Perlindungan Saksi dan Korban. Kesimpulan dari skripsi ini adalah Victim Impact Statement harus diatur dalam KUHAP dan UU Perlindungan Saksi dan Korban sebagai hak bagi korban dan bagian dari proses beracara di persidangan.

Kata kunci: Victim Impact Statement, hak korban, hukum acara pidana

 

Abstract

Justice is expected by all individuals, including the victims of criminal offenses. When it comes to justice for victims, it has something to do with the current regulation. The regulation regarding this case involves Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Code Procedure and Law Number 31 of 2014 concerning Protection for Witnesses and Victims. However, all those regulations are regarded as to put victims in passive state in criminal code procedure. The justice that is too subjective for every individual has made the justice seems far-fetched for both offenders and victims. The US has the system called Victim Impact Statement over this issue. This research looks into the meaning behind Victim Impact Statement; whether the Victim Impact Statement can serve as the basis of Judges’ consideration in passing judgement in Indonesia; and how Victim Impact Statement should be regulated to give justice to the victims in Indonesia. With normative legal method, the analysis of this research reveals that the meaning of Victim Impact Statement is a mechanism in the form of a statement stating financial loss, emotional, physical, social, and psychological impacts, either in oral or written form. All those types of impact are to be considered in the decisions at court by the judges to bring justice to the victims, and these factors of impact can be governed in Criminal Code Procedure and Law concerning Protection for Witnesses and Victims. In conclusion, Victim Impact Statement should be governed in Criminal Code Procedure and Law concerning Protection for Witnesses and Victims as rights embedded to the victims and as part of trial process needed at court.

Keywords: Victim Impact Statement, victims’ rights, Criminal Code Procedure

Published

2020-09-03

Issue

Section

Articles