KECAKAPAN DALAM MEMBERI HIBAH YANG DILAKUKAN ORANG SAKIT KRONIS

Authors

  • Araningrum Widiati Hutami

Abstract

Araningrum Widiati Hutami, Abdul Rachmad Budiono, Rumi Suwardiyati

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jl. MT. Haryono No. 169, Malang

e-mail: araningrum.widiati@gmail.com

 

ABSTRAK

Setiap orang dapat memberikan hibah kecuali yang menurut undang-undang tidak mampu untuk itu. Tidak mampu dalam arti menurut hukum adalah orang yang tidak cakap, yaitu anak-anak, dan orang di bawah pengampuan. Ketentuan KUH Perdata belum pernah menyebutkan mengenai kecakapan orang sakit kronis, sehingga terjadi kekosongan hukum mengenai kecakapan orang sakit kronis dalam melakukan perbuatan hukum, termasuk penghibahan. Pada saat terjadi penghibahan, si penghibah mengalami stroke yang berakibat terganggunya fungsi motorik, sehingga si penghibah tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan membutuhkan bantuan dari orang lain, yaitu si penerima hibah yang bukan anggota keluarganya. Dalam kondisi tersebut, kecakapan si penghibah dipertanyakan karena ketidakmampuannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari namun melakukan penghibahan tanah kepada si penerima hibah serta terdapat indikasi cacat kehendak si penghibah berupa penyalahgunaan keadaan oleh si penerima hibah.

Kata Kunci: Kecakapan, Penghibah, Sakit Kronis Stroke

 

ABSTRACT

Bequest can be given by whoever is financially capable as governed in the law. Being financially incapable, according to the law, is in the category of children, or those with certain incapable condition. The provision of Civil Code does not mention people with chronic diseases, and this absence seems to have left legal loopholes in terms of the capability held by people with chronic diseases to leave their bequest. For example, when the person leaving bequest suffers from stroke and when this condition interrupts his/her motoric activities, another person receiving bequest is responsible to take care of the suffering person. When this is the case, the capability of the person leaving his/her bequest is questioned since his/her daily activities and mobility are hampered and since there is indication of defect of will of the person giving the bequest. There might be concern that the person receiving the bequest has an intention to violate this condition.

Keywords: capability, donator, stroke as chronic disease, motoric disorder

Published

2020-08-03

Issue

Section

Articles