TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM MEMBUAT PERJANJIAN SIMULASI YANG BERBENTUK AKTA NOTARIS DITINJAU DARI HUKUM PERJANJIAN

Authors

  • Umi Mamlu’ul Hikmah

Abstract

Abstract

Agreement simulation according to article 1873 of the Civil Code is a further agreement made in a deed of its own which is contrary to the deed of the original, only give evidence between the parties, heirs or assigns, but can not apply to those third parties acting in good faith. Based on the validity of the terms of the agreement, the agreement in the form of notarial deed simulation did not meet the two conditions of validity of the agreement which they agreed that bind him and a cause that is halal. Legal consequences can be canceled and void. Notary responsibility as a public official dealing with the truth material to the treaty in the form of simulation that is authentic act civilly, to the extent not result in losses for the parties, the Notary will not be liable to civil liability. criminal charges can not be prosecuted for not fulfilling aspects of crime. Regulation Notary, be held accountable if it does not provide access to the notary regarding a particular law. based on the code of ethics Notary is the personal responsibility of the deed is made. Thus, should the Notary in their duties should be committed to the code of conduct, the Government in collaboration with legislators to immediately enhance the communityregulations regarding the agreement and active role in terms of supervision.

Key words: responsibility notaries, simulation agreement, legal agreements

Abstrak

Perjanjian simulasi menurut pasal 1873 KUHPerdata yaitu persetujuan lebih lanjut yang dibuat dalam suatu akta tersendiri yang bertentangan dengan akta asli, hanya memberikan bukti diantara para pihak, para ahli waris atau penerima hak, tetapi tidak dapat berlaku terhadap orang-orang pihak ketiga yang beritikad baik.Berdasarkan syarat sahnya perjanjian, perjanjian simulasi yang berbentuk akta Notaris tidak memenuhi dua syarat sahnya perjanjian yaitu sepakat mereka yang mengikat dirinya dan suatu sebab yang halal. Akibat hukumnya dapat dibatalkan dan batal demi hukum. Tanggung jawab Notaris sebagai pejabat umum yang berhubungan dengan kebenaran materil terhadap perjanjian simulasi yang berbentuk akta otentikyaitusecara perdata, sepanjang tidak mengakibatkan kerugian bagi para pihak maka Notaris tidak dapat dituntut tanggung jawab perdata. secara pidana tidak dapat dituntut karena tidak memenuhi aspek-aspek tindak pidana. berdasarkan Peraturan Jabatan Notaris, dapat dimintai pertanggungjawaban bila ternyata notaris tersebut tidak memberikan akses mengenai suatu hukum tertentu. berdasarkan kode etik Notaris bertanggung jawab secara pribadi terhadap akta yang dibuatnya. Dengan demikian, seyogyanya Notaris dalam menjalankan tugasnya harus berpegang teguh terhadap kode etik, Pemerintah bekerjasama dengan legislator untuk segera menyempurnakanperaturan mengenai perjanjian dan masyarakat berperan aktif dalam hal pengawasan.

Kata kunci: tanggung jawab notaris, perjanjian simulasi, hukum perjanjian

Downloads

Published

2016-09-22