PUTUSNYA PERKAWINAN AKIBAT MURTADNYA SALAH SATU PIHAK (Analisis Yuridis Normatif terhadap Putusan Pengadilan Agama No. 0411/Pdt.G/2011/PA.Kota Bengkulu)

Authors

  • Nur Aini Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Abstract

Perkawinan tidak selamanya berjalan mulus pasti ada saat dimana adanya perbedaan antara pasangan suami-isteri yang menyebabkan mereka ingin mengakhiri perkawinannya. Apalagi jika yang terjadi adalah perbedaan mengenai dasar hidup yaitu agama. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan metode penelitian statuta approach. Adapun hasil penelitian terhadap bahan hukum yang ada, bahwa dapat dilihat dengan jelas adanya kekosongan hukum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 khususnya pada Pasal 19 yang mengatur mengenai alasan-alasan perceraian serta adanya ketidaktegasan dalam pengaturan mengenai perceraian dengan alasan murtad di dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 116. Hambatan yang dihadapi adalah sulitnya untuk mencari dan memahami bahan-bahan hukum yang cenderung merupakan buku lama atau buku dengan bahasa arab yang per katanya tidak memakai harokat ataupun tanda baca serta lamanya proses untuk mendapatkan putusan yang dapat menguatkan skripsi ini dari Pengadilan Agama kota Bengkulu. Upaya yang dilakukan adalah hakim memberikan putusan sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada dan masih berlaku dalam hal perceraian karena alasan murtad . Saran yang diberikan untuk instansi agar lebih menegaskan peraturan yang sudah ada mengenai hal ini dan mengisi kekosongan hukum yang ada, serta kerjasama dari masyarakat untuk dapat mengurangi perkawinan yang awalnya sudah memiliki perbedaan mendasar dan tidak memaksakan untuk perkawinan tersebut dapat terjadi.

 

Kata kunci : Perkawinan, Beda Agama, Perceraian, Murtad.

Downloads

Published

2013-11-14

Issue

Section

Articles