PENGAWASAN TERHADAP PENGGUNAAN SURAT TANDA COBA KENDARAAN (STUDI DALAM PERSPEKTIF PASAL 64 yo PASAL 69 UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN)

Authors

  • Brahmansyah Brahmansyah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Abstract

Pertumbuhan kendaraan baru roda dua maupun roda empat di Bogor Selatan semakin lama semakin meningkat, seiiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat Bogor Selatan, didalam proses meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, masyarakat Bogor Selatan membutuhkan alat transportasi guna mendukung laju roda ekonomi maupun kebutuhan akan transportasi baik untuk Pribadi, Keluarga maupun untuk Bisnis, namun semakin banyaknya masyarakat Bogor Selatan yang membeli kendaraan baru, maka semakin meningkat pula lah permintaan akan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), karena pada dasarnya kendaraan baru tersebut tidak langsung memiliki Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), maka dari itu guna menyiasati dan sebari menunggu diprosesnya BPKB dan STNK oleh pihak SAMSAT sebagai penerbit BPKB dan STNK diberlakukanlah penggunaan STCK bagi pemilik kendaraan baru tersebut.  STCK juga merupakan produk dari SAMSAT sebagai langkah antisipasi melonjaknya permintaan BPKB dan STNK, perbedaaannya terletak pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau Plat Nomor, untuk pengguna STCK diberikan Plat Nomor Putih untuk menandakan bahwa mobil tersebut belum memilik BPKB dan STNK (Bersifat Sementara) sedangkan jika proses pembuatan BPKB dan STNK yang dilakukan oleh SAMSAT selesai maka diberi Plat Nomor Hitam untuk menandakan kendaraan tersebut telah resmi untuk dipergunakan dijalan raya.  Diwajibkannya pemilik kendaraan baru untuk mendaftarkan kendaraan  iv  barunya tersebut tertulis pada Pasal 64 dan Pasal 69 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, dimana STCK itu sendiri berfungsi untuk melegalkan kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda dua baru yang belum memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang bersifat sementara untuk dipergunakan di jalan raya, namun pemberlakuan STCK tersebut tentunya memerlukan pengawasan dan perhatian serius dari Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polisi Sektor Bogor Selatan yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lalu lintas di Wilayah Bogor Selatan, guna menghindari penyalahgunaan Plat Putih dan untuk menghindari kepadatan atau kemacetan lalu lintas demi menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.  Pengawasan yang dilakukan Unit Lantas terhadap pengguna Surat Tanda Coba Kendaraan di Bogor Selatan adalah dengan memaksimalkan fungsi dan memaksimalkan jumlah anggota lantas yang tugasnya mengontrol serta mengawasi arus lalu lintas termasuk mengenai pengawasan penggunaan STCK, kemudian mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan memberikan pengarahan kepada masyarakat dalam hal penggunaan STCK, hal ini penting untuk diawasi karena disamping rawan akan penyalahgunaan plat putih dimana mobil atau motor curian bisa saja memakai plat putih untuk mengelabuhi petugas atau polisi lalu lintas, disamping itu penggunaan plat putih akan menimbulkan kemacetan seriing dengan kepadatan lalulintas di jalan raya Bogor Selatan akibat bertambahnya pengguna kendaraan baru dan pengguna STCK pada kendaraan barunya.

Downloads

Published

2013-11-14

Issue

Section

Articles